Pembaharuan Gerakan dan Perubahan Pemuda Jawa Timur di Tengah Realitas Bangsa



Pembaharuan Gerakan dan Perubahan Pemuda Jawa Timur
di Tengah Realitas Bangsa

Slamet Widodo
Program Pascasarjana, Universitas Negeri Surabaya

Perubahan merupakan sebuah keniscayaan bagi sebuah negara. Perubahan identik dengan kemajuan kearah yang lebih baik, namun tidak bisa dipungkiri bahwa perubahan dapat mengarah ke hal baik dan dapat pula mengarah ke hal buruk. Tentu negara menginginkan perubahan yang lebih baik, jika potensi pemudanya memiliki nilai-nilai dan semangat yang sesuai dengan tujuan negara. Jika kita melihat sejarah, pemuda memiliki peran yang sangat vital dan penting. Keberadaanya menjadi penentu kemerdekaan Indonesia. Kita refleksikan gerakan pemuda zaman dulu. Gerakan tahun 1908 oleh Budi Utomo, gerakan tahun 1928 oleh semua pemuda Indonesia yang dikenal dengan Sumpah Pemuda, gerakan 1945 yang berbuah kemerdekaan negara Republik Indonesia, dan gerakan tahun 1998 yang dilakukan oleh mahasiswa dari berbagai kampus seluruh Indonesia yang dikenal dengan gerakan Reformasi. Di Jawa Timur sendiri banyak pergerakan, seperti Sarekat Islam yang diprakarsai Oemar Said Cokroaminoto dan pergerakan di bidang pendidikan oleh Budi Utomo yang memiliki peran dalam kemerdekaan bangsa Indonesia.
Zaman dahulu pemuda memiliki perkumpulan yang memiliki tujuan luhur. Seperti gerakan-gerakan tersebut semua bermula dari para pemuda. Bahkan Indonesia yang sekarang sudah merdeka merupakan buah dari gerakan pemuda zaman dahulu. Berbeda dengan sekarang, melihat kondisi saat ini sangat memprihatinkan, di media massa yang beredar banyak di masyarakat memberitakan, pemuda saat ini seperti preman “SMP sampai mahasiswa doyan tawuran”, Merdeka.com (09/10/2015), hari pertama masuk sekolah siswa SMA kota Bukittinggi kedapatan mesum di mobil melalui CCTV sekolah, Harian Singgalang (27/07/2015), tawuran antar pelajar di kabupaten Cianjur menelan korban jiwa, Galamedia news.com (13/08/2015), tawuran pelajar SMK di Bekasi menelan korban dengan luka penuh bacok, Sindonews.com (06/06/2015), dan masih banyak lagi peristiwa dan kasus perilaku menyimpang yang melibatkan pelajar yang notabene menjadi generasi penerus bangsa.
Melihat perbedaan perkembangan zaman antara dulu dengan sekarang sangat jauh sekali. Seyogyanya, seiring dengan kemajuan zaman, fasilitas hidup semakin lengkap, sarana dan prasarana pendukung semakin baik, kualitas pemudanya pun harus semakin baik. Akan tetapi hal tersebut tidak terjadi pada zaman sekarang, melihat pemberitaaan di banyak media yang menyebutkan pemuda terlibat banyak perilaku-perilaku menyimpang seperti tawuran antar pelajar, mesum, dan pembunuhan. Sangat kontras sekali kemunduranya, padahal kalau diidentifikasi fasilitas sekarang jauh lebih baik dari pada dahulu. Dulu fasilitas minim, kesulitan hidup seperti tempat tinggal, makan dan pakaian, sekolah sangat jarang tetapi melahirkan pemuda yang handal dan tangguh yang tidak tergoyahkan. Sebut saja Soekarno, Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, Supriyadi, Jendral Sudirman, Bung Tomo dan masih banyak lagi. Semuanya merupakan golongan muda yang salah satunya dari Jawa Timur, memiliki semangat perubahan bangsa dengan sekolah, fasilitas, sarana dan prasarana yang seadanya, tetapi memiliki gerakan yang menjadikan Indonesia menjadi negara yang merdeka.
Pemuda manjadi tombak kemajuan sebuah negara, negara yang kuat dan tangguh dalam menghadapi tantangan global memiliki pemuda yang didalamnya ada semangat untuk berubah menjadi lebih baik. Seharusnya semboyan pemuda sebagai “Agent of Change” harus ditanamkan ke semua jiwa pemuda. Harapanya dengan semangat tersebut pemuda benar-benar memiliki kontribusi dalam memajukan bangsa. Pemuda dapat memberikan kontribusi kepada negara melalui karya, inovasi dan kretaivitas nyata yang dapat dibuktikan dan benar-benar dapat meningkatkan kemajuan.
Mengapa perubahan-perubahan besar harus diusung oleh pemuda? Tidakkah orang dewasa yang menjadi lebih berhak atas peran perubahan tersebut? Seperti semboyan yang pernah diungkapkan Soekarno,”berikan aku seribu orang tua aku akan mengangkat gunung, tetapi berikan aku sepuluh pemuda aku akan mengguncang dunia”. Nampaknya tidak berlebihan jika pemuda merupakan agen perubahan bangsa. Pemuda memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan orang dewasa, pemuda semangatnya berkobar, pemuda memiliki fisik yang kuat, pemuda memiliki pemikiran yang cemerlang, dan pemuda memiliki kelebihan-kelebihan yang tinggi jika dibandingkan dengan orang dewasa. Dengan demikian, pemuda akan lebih mampu melakukan banyak hal demi perubahan bangsa menuju bangsa yang lebih kuat.

Pemahaman Pemuda Jawa Timur tentang Perubahan Negara
Perubahan negara bukan merupakan suatu fenomena yang tiba-tiba terjadi. Perubahan negara dapat terwujud manakala pemudanya memiliki segudang aktivitas, karya, dan prestasi yang nyata. Tujuannya kelak akan memberikan kontribusi kepada kamajuan negara. Jawa Timur yang notebene memiliki wilayah yang beragam baik suku, bahasa, budaya, pekerjaan, dan lokasi yang strategis merupakan kelebihan sekaligus tantangan. Jawa Timur menjadi jalur strategis yang menghubungkan Indonesia bagian barat dengan Indonesia bagian timur. Potensi ini jika tidak dimanfaatkan dengan baik, terutama pengelolaan ekonomi oleh pemuda-pemuda pebelajar maka akan menjadi beban berat di masa yang akan datang. Terlebih dalam menghadapi globalisasi, AFTA (ASEAN Free Trade Area) dan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang sudah jelas di depan mata.
Pemuda Jawa Timur harus paham betul tentang perubahan negara. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara membaca sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk dijadikan pelajaran. Pemuda dapat belajar dengan rajin sesuai dengan bidang keilmuaanya. Pemuda dapat berkarya dan bekerja sesuai tuntutan keprofesionalan profesi. Banyak fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh pemuda Jawa Timur seperti perpustakaan umum daerah, museum, dan sekolah-sekolah yang menyebar di seluruh daerah Jawa Timur. Jika semua itu dilakukan dengan baik maka secara tidak langsung akan tercipta sebuah gerakan pemuda yang produktif, aktif, kreatif, dan visioner dalam membawa kemajuan bangsa. Sesuai bidangnya masing-masing pemuda dapat berbuat dan berkreasi tanpa batas di semua segi kehidupan. Karena kemajuan sebuah bangsa tidak bisa dilihat dari satu sisi saja, melainkan semua elemen dan berbagai peran saling berkontribusi sesuai bidangnya untuk menciptakan kesinergian.
Mustahil, tanpa sebuah gerakan yang disebut bersinergi dari berbagai bidang akan tercipta negara yang maju, sejahtera, dan memiliki nilai moral yang tinggi. Tanpa semua aspek yang menjadi faktor kemajuan bangsa dapat tumbuh secara maksimal. Ilmu politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, keamanan, teknologi, dan sebagainya, semua harus maju secara bersamaan dan seimbang. Karena masing-masing memiliki peran dan fungsi yang saling melengkapi demi terciptanya negara Indonesia yang sejahtera.

Aspek Perubahan Pemuda Menuju Perubahan Bangsa
Aspek yang perlu dan penting untuk kemajuan bangsa adalah pemikiran pemuda. Pemikiran merupakan awal dari gerakan yang berbentuk gagasan atau ide cemerlang. Pemuda harus meningkatkan kapasitas ilmu pengetahuan dengan banyak belajar. Secara sederhana dapat membaca buku-buku yang dapat meningkatkan pikiran yang cerdas. Sangat banyak sekali variasi yang bisa dibaca oleh pemuda, seperti ensiklopedia, sejarah, biografi, dan sebagainya. Hal tersebut selaras dengan kemajuan zaman menuju globalisasi. Dimana sebagai bekal untuk menciptakan pemuda yang memiliki pikiran yang tangguh harus memiliki bekal ilmu pengetahuan yang cukup. Bahkan pemuda yang memiliki jiwa nasionalisme, patriotisme yang tinggi adalah mereka yang paham akan sejarah bangsanya, dan itu tidak lain melalui membaca.
Di Jawa Timur sendiri banyak tempat-tempat sejarah yang dapat digunakan sebagai bahan penyemangat perjuangan dan pemikiran yang cerdas. Komplek peninggalan Kerajaan Majapahit berada di Trowulan yang merupakan kerajaan besar dan pernah berjaya di Indonesia adalah salah satu contohnya. Pemuda dapat belajar dari raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada yang berjiwa ksatria dan berpemikiran visioner untuk Indonesia. Bahkan, mereka terkenal dengan Sumpah Palapa oleh Maha Patih Gajah Mada untuk menyatukan Nusantara menjadi satu negara. Di Surabaya terdapat tugu pahlawan yang menjadi simbol perjuangan rakyat Jawa Timur. Terkenal pidato Bung Tomo yang membakar semangat rakyat Jawa Timur dalam melawan penjajahan. Semua itu dapat dijadikan pelajaran, bahwa pemuda seharusnya dapat memiliki pemikiran yang maju ke depan, visioner, dan memiliki nasionalisme tinggi.
Aspek yang kedua adalah kejiwaan pemuda. Pemuda yang memiliki jiwa yang sehat akan memiliki prinsip, akhlak, nilai dan moral yang kuat. Kejiwaan pemuda berkaitan erat dengan masalah dan pemahaman agama. Untuk menciptakan pemuda yang memiliki kejiwaan yang sehat maka perlu memberikan keterampilan-keterampilan, terutama keterampilan penyelesaian masalah. Jika melihat banyak kasus bahwa stres, sering marah, dan labil tidak lain adalah disebabkan oleh banyaknya permasalahan yang dihadapi. Peliknya persolan hidup terkadang membuat pemuda bertindak nekat, bahkan tidak memperhatikan jiwanya sampai nekat bunuh diri. Melalui keterampilan penyelesaian masalah yang dimiliki, diharapkan pemuda mampu mengamati dan mencermati masalah-masalah negara, minimal masalah pribadinya. Pemuda dapat memilih dan menentukan penyelesaian yang tepat dari berbagai alternatif penyelesaian. Sehingga jika pemuda dihadapkan sebuah permasalah yang membutuhkan keputusan, mereka akan dapat menyelesaikannya dengan baik.
Pemuda yang memilki jiwa yang sehat juga memiliki agama yang lurus. Oleh sebab itu mengapa dalam ideologi negara kita hal pertama yang disebut adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Hal tersebut tidak lain adalah menanamkan jiwa yang sehat bagi rakyatnya. Dari banyak pemberitaan kasus penyimpangan yang dilakukan oleh pemuda, salah satunya disebabkan oleh lemahnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih dalam menyikapi permasalahn yang besar, tanpa didasari keagamaan yang baik akan berakibat merugikan orang lain. seperti perkelahian pelajar yang berujung saling membunuh teman seperti yang diberitakan di media massa.
Jiwa yang sehat sangat erat kaitanya dengan jiwa nasionalisme yang tinggi. Jiwa nasionalisme pemuda menurut pemerhati sosial pada umumnya mengalami degradasi atau penurunan. Hal tersebut diakibatkan oleh nilai-nilai yang berkembang dari luar, ditambah dengan kemauan dan semangat membaca yang rendah. Belum lagi lingkungan yang mempengaruhi pemuda untuk berbuat menyimpang. Hal tersebut turut memperparah jiwa nasionalisme pemuda yang rendah. Untuk mengatasi, seharusnya lebih digencarkan pembangunan kepemudaan dengan memfasilitasi segala hal yang berkaitan dengan kepemudaan. Tujuannya untuk menciptakan pemuda yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cerdas, aktif , kreatif, bertanggung jawab dan memiliki nilai moral yang tinggi sesuai dengan undang-undang dasar 1945 dan pancasila.
Aspek selanjutnya yang penting menuju perubahan bangsa adalah pergerakan pemuda sendiri. Jika belajar pergerakan sangat banyak sekali pergerakan yang dilakukan oleh pemuda Jawa Timur. Pergerakan berbentuk organisasi yang tersitem dan terstruktur rapi. Contohnya, KH. Hasyim Asy’ari yang mendirikan gerakan ulama’ yang kemudian menjadi gerakan besar, yaitu Nahdlatul Ulama’ (NU). Di Jawa Timur NU merupakan organisasi islam yang terbesar. Sampai sekarang pemuda dapat bergabung di bawah NU yang dinamakan IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’) dan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’). Melalui fasilitas organisasi dibawah naungan NU, pemuda dapat berkreasi sesuai bakat dan minatnya.
Pergerakan tidak selalu didefinisikan suatu perkumpulan pelajar untuk demo dan biasanya bermuatan negatif. Lebih dari itu pergerakan difokuskan pada kelembagaan seperti karang taruna di masyarakat, badan eksekutif mahasiswa di kampus, dan organisasi siswa intra sekolah di sekolah. Pergerakan dilakukan dengan beragam kegiatan yang bermanfaat yang mampu mendorong dan meningkatkan potensi pemuda. Lembaga-lembaga yang tugas utamanya membentuk pemuda yang tangguh, memberikan fasilitas sesuai dengan bakat dan minat. Mendorong terciptanya persaingan untuk selalu berprestasi di bidangnya. Semuanya dikelola dengan sistem dan strukktur yang professional dari pusat sampai bawah. Dengan demikian pergerakan yang dibangun tidak terpecah-pecah menurut versi masing-masinng lembaga. Pergerakan yang diciptakan selaras dan bersama-sama memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi. Sekaligus tujuan yang utama sesuai dengan undang-undang dasar 1945 dan pancasila. Jika semua hal tersebut dapat dibangun dan bersinergi dengan baik, maka kemajuan negara bukan lagi sebuah wacana semata, melainkan akan terwujud secara nyata yang akhirnya dapat menciptakan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera secara menyeluruh.

Daftar Pustaka
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1978. Sejarah Daerah Jawa Timur. Jakarta: Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1978. Sejarah Kebangkitan Daerah Jawa Timur. Jakarta: Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1980. Sejarah Pendidikan Daerah Jawa Timur. Jakarta: Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1991. Sejarah Revolusi Kemerdekaan (1945-1949) Daerah Jawa Timur. Jakarta: Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LAPORAN BIO KELOMPOKNYA DIRA

TUGAS PRAKTIKUM BIOLOGI
 “KONSEP DASAR IPA 2”
Dosen Pembimbing:Drs. Mintohari. S.Pd, M.Pd
Description: http://2.bp.blogspot.com/-VLEplNu9-GY/TwowKkvLMyI/AAAAAAAAABQ/LuWl7hWPjK8/s1600/168865_1602862384024_1010020558_31326602_4039824_s.jpg








Disusn Oleh:
KELOMPOK 1
1.    ADIEP SEPTIAN P.                        (101644092)
2.    INDIRA FITRADA                         (101644242()
3.    ZERA D. CAITRA                           (101644277)
4.    Syaiful Islam Al G.                           (101644096)
                                          5.  Khoirotun Nikmah                           (101644105)
                                          6. R. Arya Hero K.B                            (101644101)
                 KELAS D 2010

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
Judul : OKSIGEN DALAM UDARA PERNAPASAN
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.Latar belakang
Pada udara pernapasan ada udara yang masuk dan ada udara yang dikeluarkan. Susunan atau komposisi udara yang masuk dan udara yang dikeluarkan dalam pernapasan berbeda-beda. Perbedaan komposisi kandungan gas dalam udara terdiri atas nitrogen 79,01 %, oksigen 20,95 %, carbondioksida 0,04 % dan sisanya adalah gas-gas lain. Sedangkan komposisi gas yang keluar dari udara yang dipernapaskan terdiri dari nitrogen 79,6 %, oksigen 18,6 %, dan karbondioksida 4,0 %.
1.2.Tujuan percobaan
Kegiatan ini bertujuan untuk membuktikan kandungan gas oksigen dalam udara yang dikeluarkan pada proses pernapasan
1.3. Rumusan masalah
1.      Apakah udara hasil pernapasan manusia mengandung oksigen?
2.      Apa hubungan antara nyalalilin dengan kandungan gas oksigen dalam udara hasil pernapasan manusia?

BAB II
DASAR TEORI
Pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun, karena sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom. Menurut tempat terjadinya pertukaran gas maka pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu pernapasan luar dan pernapasan dalam. Pernapasan Luar yang merupakan pertukaran antara O2 dan CO2 antara darah dan udara. Sedangkan Pernapasan Dalam yang merupakan pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah ke sel-sel
tubuh.
Kebutuhan oksigen setiap individu berbeda-beda tergantung pada umur, aktivitas, berat badan, jenis kelamin dan jumlah makanan yang dikonsumsi makanan yang dikonsumsi.
Dalam keadaan biasa jumlah oksigen yang dibutuhkan sebanyak 300 ml perhari per individu. Sebagian besar oksigen diangkut oleh hemoglobin dengan reaksi sebagai berikut:
Hb4 + 4 O2 —–> 4 HbO2
Proses pengikatan dan pelepasan oksigen dipengaruhi oleh tekanan oksigen, kadar oksigen, kadar carbondioksida dan kadar oksigen dan karbondioksida di jaringan tubuh. Penjelasan dari segi tekanan dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tekanan oksigen di udara sama dengan tekanan oksigen dalam alveolus. Tekanan oksigen di arteri 100 mmHg, tekanan oksigen di jaringan 0 – 40 mmHg, tekanan oksigen di vena 40 mmHg. Jadi tekanan oksigen di udara luar = tekanan oksigen di alveolus. Tekanan udara di alveolus lebih besar dibandingkan tekanan oksigen di arteri. Tekanan oksigen di arteri lebih besar dari tekanan oksigen di jaringan.
•Berapa cc O2 yang dapat diangkut oleh 5 liter darah, sekali beredar ke seluruh tubuh?
Setiap 100 cc darah di arteri mampu mengangkut 19 ccO2.
Setelah sampai di vena setiap 100 cc darah masih mengandung O2 sebanyak 12 cc Jadi volume O2 yang tertinggal di jaringan adalah 7 cc.
•Jika volume darah ada 5 liter, atau 5000 liter, maka volume O2 yang sampai ke jaringan sekali beredar adalah:
•5000 / 100 x 7 cc = 50 x 7 = 350 cc
Oksigen adalah suatu unsur yang sangat peka dan mudah bersenyawa dengan unsur lain, karena ia murupakan satu-satunya gas yang diketahui mendukung pembakaran.

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1. Alat dan bahan
1. Baskom besar
2. Botol plastic
3. Lilin
4. Air
5. Pipa karet
3.2. Langkah kerja:
1. Susunlah perangkat eksperimen seperti gambar dibawah ini
2. Upayakan botol dapat terendam penuh dengan air
3. Tegakkan botol dan dan mulailah meniup pipa karet hingga air yang ada dalam botol habis

4. Masukkan tangan kedalam air, angkatlah botol dengan telapak tangan menutup mulut botol
5. Nyalakan lilin, dan sungkup dengan botol, upayakan tidak ada gas yang keluar saat menyungkup lilin. Amati apa yang terjadi!
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1.  Data hasil percobaan
No.
Percobaan ke-
Lama nyala lilin
Warna nyala lilin
1.       
I
2 detik
Biru keunguan
2.       
II
3 detik
Kebiruan
3.       
III
3 detik
Kebiruan
4,2, Pembahasan
Analisa hasil percobaan terhadap kandungan udara hasil pernapasan manusia ini menyatakan bahwa pada udara hasil pernapasan manusia terdapat adanya kandungan oksigen yang dikeluarkan, hal ini terlihat dari nyala lilin saat ditutupi oleh tabung yang telah ditiupi udara hasil pernapasan, walaupun nyalanya hanya sebentar. Hal ini dipengaruhi oleh jumlah komposisis oksigen, yaitu hanya sekitar 18,6 % dari udara yang dipernapaskan.  Nyala api pada lilin paling lama bertahan hanya dalm hitungan 3 detik. komposisi gas yang keluar dari udara yang dipernapaskan terdiri dari nitrogen 79,6 %, oksigen 18,6 %, dan karbondioksida 4,0 %.
Lilin dapat tetap memyala dalam botol dikarenakan adanya kandungan gas oksigen dalam tabung yang merupakan udara hasil pernapasan. Gak oksigen adalah salah satu gas yang dapat dengan mudah bersenyawa dengan api dan dapat membantu proses pembakaran, sehingga walaupun didalam tabung udaranya tertutup, namun tetap bisa menyala karena adanya sedikit kandungan oksigen dalam tabung. Inilah yang mnyebabkan mengapa lilin dapat tetap menyala, danhal ini juga menunjukkan bahwa udara hasil pernapasan manusia menghasilkan sedikit oksigen.

BAB V
KESIMPULAN
Kesimpulan yang dpat ditarik dari percobaan ini adalah bahwa udara hasil pernapasan manusia mengandung oksigen, walaupun sedikit. Oksigen inilah yang mnyebabkan lilin dapat menyala.




LAMPIRAN

Description: C:\Users\tiara prahu\Desktop\gb\IMG01441-20111230-1359.jpg







Text Box: GAMBAR ALAT DAN BAHAN


Text Box: GAMBAR LANGKAH PERCOBAAN
 






Description: C:\Users\tiara prahu\Desktop\gb\IMG01445-20111230-1404.jpg
 





Description: C:\Users\tiara prahu\Desktop\gb\IMG01442-20111230-1400.jpg





Description: C:\Users\tiara prahu\Desktop\gb\IMG01443-20111230-1403.jpg








Text Box: GAMBAR HASIL  PERCOBAANDescription: C:\Users\tiara prahu\Desktop\gb\IMG01447-20111230-1408.jpg



 


Description: C:\Users\tiara prahu\Desktop\gb\IMG01446-20111230-1408.jpg





 


Description: C:\Users\tiara prahu\Desktop\gb\IMG01521-20111230-1409.jpg 






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS